Parents Seminar "Parenting Asik BUKAN Toxic"
Kata “asik” artinya happy sampai lupa waktu. Apakah ketika anak-anak bersama orang tua happy sampai lupa waktu? Kalau anak-anak bosan dan tidak happy, artinya terindikasi parenting yang toxic. Toxic sendiri artinya adalah obat yang salah dosis (racun). Oleh karenanya, dalam parenting, hati orang tua untuk anak bukan dibagi, tetapi dikali. Contoh kalau parenting toxic: “Papah begini demi kamu lho!”

Anak membutuhkan keteladanan, mereka disiplin kalau orang tuanya disiplin. Secara prinsip, manusia dapat diubah perilakunya menurut lingkungannya, terutama lingkungan keluarga. Namun demikian, anak harus distimulasi perilakunya sesuai usianya. Jadi sebenarnya jika suami dan istri atau papah dan mamag hidup saling mencintai, maka ini akan menghasilkan sebuah parenting yang bukan saja asik, tetapi baik.
Persatuan antara suami-istri menentukan parenting yang diberikan kepada anak. Seperti malaikat, orang tua hadir untuk membimbing, melindungi dan membawa kebahagiaan bagi anak-anaknya. Parenting yang penuh kasih menjadikan keluarga sumber kebahagiaan. Lebih baik 1 ayah berperan, dari pada 1000 guru mengajar.
Perlu diingat bahwa tugas ayah adalah 1) mencari nafkah; 2) mendidik karakter anak dalam hidup keseharian; 3) mencintai ibu dari anak-anaknya. Sebaliknya, tugas ibu adalah asah, asih, asuh. Tugas-tugas tersebut menjadi resiliensi bagi anak-anak agar mereka memiliki karakter asertif.




